Aku Ingin (Mencintaimu); Sebuah Puisi


AKU INGIN

Oleh : Sapardi Djoko Damono


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada



Siapa yang gak tahu puisi Aku Ingin karya Sapardi ini? Saya sendiri sebenarnya sudah lama tahu puisi ini. Puisinya bagus, rendah hati, tapi menyeluruh pada hakekat seorang manusia yang sedang ingin mencintai.

Sebenarnya saya yang berbicara disini masih belum tahu seperti apa itu puisi, bagaimana sebuah puisi yang biasa bisa dikatakan indah, dan sebagainya dan sebagainya. Jadi anggap saja saya disini adalah orang yang masih awam pada karya sastra, yang mencoba memaknai sebuah karya luar biasa. 

Pemilihan diksi pada karya ini amat menakjubkan. Pada dasarnya puisi memang menggunakan majas-majas, puisi hidup dari situ. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya debu". Bagi saya, mencintai seperti ini tidak lagi jadi sederhana, tapi ia menggunakan kata sederhana untuk memperjuangkan bagaimana pandainya ia berusaha mencintai. Berbicara kepada api yang akan menjadikannya debu, terdengar begitu tulus. Memilukan, menyakitkan, tapi (semoga) mendamaikan. :)

Hehe cukup sekian saya berusaha mengapresiasi puisi ini, belum pandai, takut nanti justru sesat. :D

Berita yang saya bawa di posting ini adalah saya baru tahu ternyata puisi ini dilagukan, dan saya baru tahu, bagus banget puisinya. Mohon maaf, saya udik. :') Buat yang pingin denger puisinya yang dilagukan bisa download disini. Sangat menenangkan. ;)


Go Djarum Indonesia Open! Go Badminton Indonesia!

"Penyelenggaraan Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 terus menuai pujian, tak hanya dari para peserta baik atlet tuan rumah maupun asing, namun BWF selaku federasi tertinggi bulu tangkis dunia, juga mengatakan turnamen ini merupakan turnamen terbaik di dunia." (PBSI news)



Sejarah telah menceritakan seluk beluk negeri kita. Sejarah pula yang memperlihatkan kebanggaan bangsa dalam diri negeri kita kepada dunia luar. Dan badminton adalah kebanggaan bangsa Indonesia yang selalu melekat dan terkenang dalam sejarah.

Kemenangan Indonesia pada kejuaraan badminton memang sangat melekat pada pribadi bangsa ini. Badminton selalu mengunggulkan Indonesia pada masa keemasannya, hingga akhirnya, kemenangan pebulu tangkis nasional selalu dinanti-nanti para penikmatnya sampai saat ini.

"Pebulu tangkis Indonesia pernah unggul, maka ia pasti bangkit lagi, menunjukkan taringnya dan akan unggul lagi."
Ungkapan di atas adalah ungkapan kepercayaan diri saya, barangkali juga ungkapan seluruh warga Indonesia. Publik sangat berharap prestasi Indonesia di ajang bulutangkis kembali mencuat seperti pada masa-masa keemasan di era 1970an sampai 1990an. Beberapa atlet seperti Christian Hadinata, Rudy Hartono, Liem Swie King, Susi Susanti, Mia Audina, Ivana Lie, dan sederet nama tenar lainnya pernah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia. Meskipun saat ini prestasi para atlet bulutangkis kita sedang naik turun, tapi publik selalu percaya dan yakin akan kemampuan singa-singa negerinya.

Dukungan publik selaku suporter dan dukungan Djarum Indonesia Open sejak dulu pun juga telah melekat pada negeri ini. Penyelenggaraan Djarum Indonesia Open sebagai turnamen internasional adalah bukti bahwa masih ada pihak-pihak yang mendukung sepenuhnya dan peduli pada prestasi dan sejarah kebanggaan bulutangkis di Indonesia ini. 

Djarum Indonesia Open yang sudah dua tahun terakhir naik tingkat premier telah menyuguhkan konsep turnamen internasional yang berkelas. Turnamen internasional memang tidak hanya Djarum Indonesia Open saja, di negara-negara lain juga digelar turnamen internasional berkelas semacam ini. Namun hal ini akan memudahkan bagi atlet Indonesia sendiri meraih kemenangan jika turnamen digelar di rumahnya sendiri, negara asalnya, Indonesia. Seperti yang pernah dikatakan Liliyana Natsir saat ia berhasil masuk ke babak final di DIO tahun 2012 lalu.

Saat itu Liliyana Natsir dipasangkan ganda campuran dengan Tontowi Ahmad. 
Berhadapan dengan pemain China, Xu Chen/Ma Jin di babak semifinal, Tontowi/Liliyana sempat tertinggal di akhir permainan sebelum akhirnya meraih tiket ke final. Pasangan ganda campuran asal Indonesia ini mengaku dukungan dari para suporter menjadi kunci kemenangan mereka.

"Terima kasih kepada seluruh pendukung Indonesia. Kalian menjadi salah satu motivasi bagi kami untuk bangkit sehingga bisa mengejar ketertinggalan dan akhirnya menang," tutur Liliyana saat itu sembari tersenyum lebar mengangkat raketnya.

Hal tersebut cukup membuktikan bahwa banyak pihak yang mendukung bangkitnya badminton sebagai kebanggaan Indonesia.  Semoga para atlet bulutangkis dan seluruh komponen negara kita juga semakin dewasa dalam memaknai semua ini. Bersama-sama semoga negara Indonesia akan kembali mencetak sejarah kebanggaannya dalam dunia bulutangkis. Mari kita dukung turnamen anak bangsa, Djarum Indonesia Open 2013 mewujudkan olahraga badminton sebagai kebanggaan Indonesia. 

Go Djarum Indonesia Open! Go Badminton Indonesia!