Kenyataannya

Siang hari di kota Jakarta tidak jauh berbeda dengan malam hari atau waktu subuhnya, sama sama gerah, sama sama sibuk di setiap sudut. Kenyataannya saya sudah berjalan cukup jauh dari kota Malang. Cukup jauh dari udara dingin. Cukup jauh dari ketenangan--atau lebih tepat disebut kesunyian-- jalanan ketika menjelang malam. Cukup jauh dari masakan ibu. Juga, kenyataannya memang sudah semakin jauh dari kehidupan sebelumnya.

Setiap malam datang kadang rasanya ada engap di dalam hati. Ada yang hinggap kemudian menyesap sebagian kebahagiaan yang sudah saya alami sepanjang hari. Ada rasa rindu dan ketidakrelaan atas apapun yang seakan belum selesai. Ada kekecewaan atas kata-kata yang sudah berulang kali terucap dan memang sudah selayaknya kata maafnya itu terucap. Ada yang masih dicari-cari atau ditunggu-tunggu.

Kenyataannya yang ada di depanmu adalah ketidakhadiran ruang hangat yang selama ini kamu harapkan. Kenyataannya adalah tidak ada yang sedang berjuang dan memberimu waktu dan masa. Memang ia tidak pernah memperjuangkan. Meskipun ia bersedih, ia tidak memperjuangkanmu. Ia tidak memperjuangkanmu. Ia hanya mengucapkan kata maaf berulang kali. Ia hanya menyesali. Ia sudah siap akan kehilanganmu. Sudah siap akan ketiadaanmu dalam masa depannya. Kenyataan....

2 comments:

  1. Wih, emaaakkk, bahasaneee.... O_o

    ReplyDelete
  2. Wkwk ampun Bay. efek suwe gak nulis paling :D

    ReplyDelete